



INDOLIVENEWS.COM, Garut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Garut dalam rangka persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang peningkatan pelayanan, pembinaan, dan pengembangan Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kegiatan audiensi dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Sekretariat Center Sekretariat Daerah (Sekda) Garut. Audiensi ini melibatkan perwakilan dari setiap seksi di lingkungan Lapas Garut, yaitu Seksi Tata Usaha, Seksi Pembinaan, Seksi Kegiatan Kerja, serta Seksi Keamanan dan Ketertiban. Hadir dalam pertemuan tersebut Kasi Kamtib Lapas Garut Afan Sulistiono, Kasi Giatja Lapas Garut Asep Supriatna, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Garut, yakni Kabag Kerja Sama Widi dan Kasubag Kerja Sama Meisya.
Keterlibatan lintas seksi ini menjadi wujud komitmen Lapas Garut dalam menyusun program kerja sama yang komprehensif dan terintegrasi. Audiensi menjadi wadah koordinasi dan sinergi antara Lapas Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam mempersiapkan kerja sama strategis yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas ruang lingkup kerja sama yang mencakup peningkatan kualitas pelayanan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan sosial dan keagamaan, layanan kesehatan, serta dukungan program reintegrasi sosial bagi Warga Binaan. Terinventarisasi ada 20 dinas dibawah pemerintah garut yg akan dikerjasamakan dg lapas.
Rencana penandatanganan MoU dijadwalkan akan dilaksanakan pada 27 April 2026 di Lapas Garut, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem pemasyarakatan yang adaptif dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan.
Pihak Pemerintah Kabupaten Garut menyambut baik rencana kerja sama ini dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program sesuai dengan kewenangan serta potensi daerah yang dimiliki. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Lapas Garut dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan kesiapan mental sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembinaan.
“Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan. Melalui kerja sama ini, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal yang cukup untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.
Kegiatan audiensi berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Sebagai tindak lanjut, Lapas Garut dan Pemkab Garut akan segera menyusun dan memfinalisasi draft MoU, mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor guna memastikan implementasi kerja sama berjalan secara optimal.
Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara Lapas Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut, diharapkan program peningkatan pelayanan, pembinaan, dan pengembangan Warga Binaan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi proses reintegrasi sosial.





